Home / Berita Umum / Basuki Tjahaja Purnama Akan Hirup Hawa Bebas Pada 24 Januari 2019

Basuki Tjahaja Purnama Akan Hirup Hawa Bebas Pada 24 Januari 2019

Basuki Tjahaja Purnama Akan Hirup Hawa Bebas Pada 24 Januari 2019 – Basuki Tjahaja Purnama akan hirup hawa bebas pada 24 Januari 2019. Bekas gubernur DKI Jakarta yang divonis bersalah lakukan penodaan agama ini bebas dari penjara sesudah terima remisi natal. Apa bebasnya Ahok akan membuat tim Jokowi serta Prabowo memprebutkannya ke team pemenangan?

Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf lihat belumlah ada keadaan menekan untuk menggandeng Ahok ke team. Karding menjelaskan memerlukan perbincangan di internal TKN bila Ahok masuk ke TKN. Akan tetapi Karding menjelaskan Ahok memiliki hak memberi suport pada Jokowi-Ma’ruf .

“Apakah akan masuk di TKN pasti itu ada proses sendiri serta kelak kita bicarakan dengan banyak pihak. Jadi saya duga kita lihat kelak saja seperti apakah,

Karding mengharap Ahok dapat masih bermanfaat buat penduduk. “Yang pasti kita syukuri serta kita doakan Pak Ahok dapat kembali kerja di tengahnya penduduk serta bisa di terima di tengahnya penduduk,” kata Karding .

Sikap TKN yang berkesan ogah-ogahan menyimpan ikut searah dengan sikap Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Jubir BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade melihat Ahok tidak mungkin berpihak ke jagoannya di Pemilihan presiden 2019 yang akan datang.

Perihal ini karena pada Pemilihan presiden 2014 lantas Ahok yang masih tetap jadi kader Gerindra saja tidak ingin pilih Prabowo yang waktu itu jadi ketua umum partai. “Kemungkinan Ahok kelak akan memberi dukungan Pak Jokowi. Dahulu di 2014 saja tidak ingin memberi dukungan Pak Prabowo walau sebenarnya ia kader Gerindra,

Andre menyimpulkan tidak ada peluang buat Ahok ada di partainya, ditambah lagi BPN. Tokh, Andre terasa suport Ahok tidaklah terlalu berarti karena simpatisan Ahok dengan simpatisan Jokowi ada pada sebuah potongan.

“Tidak bertambah sangat besar juga. Konstan saja seperti saat ini 54, 53 % nada,” katanya kembali.

Jubir BPN Prabowo-Sandi dari Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menjelaskan pihaknnya akan tidak menggandeng Ahok. Akan tetapi bila Ahok ingin masuk untuk menolong BPN akan tidak menampik.

Ferdinand mengerti diantara simpatisan Prabowo ada beberapa orang yang sampai kini santer menentang Ahok seperti Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif dan Dewan Penasihat PAN Amien Rais. Akan tetapi menurut Ferdinand hal tersebut akan tidak jadi masalah seandainya Ahok ingin ikuti langkah kerja BPN.

“Justru ini (bila Ahok masuk) makin menyatakan jika ia bersalah pada Pemilihan kepala daerah 2017 lantas serta ini bentuk pertaubatannya ia,

Politik Jati diri Masih tetap Dimainkan

Direktur Populi Center Usep S. Ahyar mengatakan tim Jokowi ataupun Prabowo berkesan ogah-ogahan menarik Ahok karena mereka masih tetap mainkan politik jati diri. Menurut dia jati diri Ahok menjadi grup minoritas akan tidak menguntungkan ke-2 tim.

Usep berikan contoh bagaimana Jokowi pilih Ma’ruf Amin menjadi calon wakil presiden untuk menepis rumor anti Islam serta ulama. Disamping lawan, ada tim Prabowo yang di dukung ormas-ormas penentang Ahok semenjak 2012 serta 2017 kemarin. Hingga lumrah jika pragmatisme politik ke-2 tim membuat Ahok tidak mendapatkan tempat benar-benar.

“Sangat rawan buat ke-2 tim jika Ahok masuk. Serta itu ikut laku buat Pak Ahok ikut

About admin

Our friends: porno tube free porn beeg ixxx home fuck vintage xhamster fuck girls porn sex for free xnxx jojobaa redwap wank porn porn hd videos